Rabu, 14 Januari 2015

Waspadai Penyebab Utama Mesin Mobil Panas

Jakarta, KompasOtomotif - Musim panas yang diikuti suhu meninggi pada siang hari, plus macet parah bisa jadi pemicu mesin mobil mendadak panas. Padahal kedua faktor tersebut bukan penyebab utama mesin mobil overheat. Karena dalam kondisi mobil yang "fit", suhu panas dan macet yang parah tidak akan menyebabkan mesin mobil overheat.

Banyak faktor yang hal tersebut terjadi. Salah satu di antaranya sistem pendinginan mesin yang jarang mendapat perhatian. Ditambah dengan faktor kelalaian pemilik yang kerap mengesampingkan pentingnya mengecek kondisi air radiator. Padahal, pengerjaannya tidak lebih dari lima menit (termasuk menambah air radiator). Berikut penuturan Heron, Kepala Mekanik R Speed di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, mengenai penyebab overheat dan penanggulangannya.
Kurang lancar
"Sirkulasi air radiator yang kurang lancar biasanya disebabkan oleh karat akibat kadar air bereaksi dengan blok mesin. Kotoran tersebut 'nyempil' di kisi-kisi radiator mengakibatkan sirkulasi air menjadi tidak sempurna," papar Roni panggilan akrabnya. Sebagai solusi, servis radiator dan jika gejalanya sudah tergolong parah maka kisi-kisi harus diganti. Untuk langkah perawatan, lakukan penggantian air radiator setiap 20.000 km dan gunakan carian anti karat.
Cairan berkurangSalah satu manfaat selalu memeriksa kondisi air sebelum bepergian adalah untuk mengetahui volume air, masih cukup atau berkurang. Jika berkurang cukup banyak (sebotol Aqua 600 ml atau lebih) menandakan adanya kebocoran. Bisa berasal dari selang yang sudah getas, sambungan selang, atau sil dan pegas tutup radiator yang sudah tidak berfungsi baik. Kebocoran dari tutup radiator biasanya terlihat adanya bekas karat di sekitarnya yang mengering. Segera ganti tutup radiator, sementara untuk kebocoran dari selang dan sambungan lakukan perbaikan di bengkel resmi atau langganan Anda.
Motor kipas lemahKetika putaran kipas yang bekerja untuk mendinginkan radiator melemah, tak pelak proses pendinginan pun menurun. Biasanya hal ini teridentifikasi ketika ngebut, temperatur naik, namun ketika pelan suhu cenderung aman. Bisa juga dari kipas tambahan (bagi yang menggunakan), untuk mencari tahu cukup dengan menyalakan AC. Jika ada kerusakan maka kipas tidak akan berputar atau temperatur lambat laun naik. Solusinya adalah mengganti motor kipas tersebut, atau jika sudah parah biasanya kipas juga ikut diganti karena biasanya mengalami kerusakan di porosnya.
Kadar oktanPenggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sesuai - biasanya lebih rendah - bisa mengakibatkan mobil knocking (ngelitik). Jika terus dibiarkan maka kecenderungannya mesin akan panas. Rasio kompresi dan setelan waktu pengapian (timing) - untuk mobil yang masih menggunakan distributor - harus sesuai dengan BBM.
Penanggulangan darurat
Mesin mobil mengalami gejala overheat biasanya diawali dengan munculnya ngelitik yang berlebih pada mesin. Bagi yang menggunakan indikator jarum biasanya akan memperlihatkan peningkatan suhu. Sementara yang memakai gambar, mesin akan langsung mati ketika overheat.
Jika hal itu terjadi, segera pinggirkan mobil ke tempat yang aman, pasang segitiga pengaman agak jauh dari mobil. Tunggu beberapa menit sampai suhu mesin turun, bisa dibantu dengan menyiram air di radiator jika mencukupi.

Setelah dingin, cek kondisi air. Perhatian, ketika membuka tutup radiator, pergunakan juga kain tebal (jika tutup masih panas) dan putar secara perlahan. Jika ada tekanan air, tutup radiator ditekan sambil diputar perlahan. Jika sudah terbuka dan ternyata volume air masih penuh, tutup kembali radiator dan jika temperatur sudah normal, bawa mobil ke bengkel terdekat.
Read More

Yaris Spek Reli Dunia Kembali Diuji

Brussels, KompasOtomotif - Setelah melewati serangkaian pengetesan di aspal Agustus lalu, prototipe Yaris World Rally Champioship (WRC) garapan divisi khusus balap Toyota Motorsport GmbH (TMG) kembali diuji. Kali ini “melibas” trek off-road paduan tanah, lumpur dan debu, seperti terlihat pada video yang diunggah ke situs Youtube, pekan lalu.
Pengetesan dilakukan di Belgia dan dikemudikan oleh pebalap Toyota Stéphane Sarrazin. Kondisi iklim dan permukaan trek cukup membuatnya kesulitan. Meksi punya keuntungan dari tipe bodihatchback 3-pintu, gerakan bodi masih terlihat sedikit “gugup” masuk dan keluar tikungan.
Meski belum ada detail spesifikasi, bisa diindikasikan Yaris WRC dibekali sistem gerak empat roda dan berbagai modifikasi berat pada mesin termasuk penambahan turbocharger.
Mobil ini akan memulai kembali kiprah Toyota di ajang reli setelah absen selama 15 tahun. Toyota menyatakan diri mundur dari WRC pada akhir musim 1999 agar bisa lebih fokus pada balapan Le Mans dan F1.
TMG telah mengesampingkan ide Yaris WRC siap berkompetisi pada musim 2015. Ekspektasinya keikutsertaan akan dimulai pada 2017, saat regulasi baru akan membuat balapan semakin menarik buat peserta baru. 
Read More

Senin, 05 Januari 2015

GM Tak Berkutik di Jepang

Tokyo, KompasOtomotif - Mobil merek Jepang bisa dikatakan berhasil meraih kesuksesan dipasarkan di Amerika Serikat. Namun sayang kondisi tersebut tidak berlaku kebalikannnya. Mobil buatan Amerika Serikat sangat sulit berkembang di Jepang. Hal ini juga dirasakan General Motors (GM) yang saat ini kondisinya tak berkutik di Negeri Sakura.

Penjualan mobil-mobil lansiran GM masih sedikit di Jepang. Pemilik jaringan pemasaran utama yang mulai mengimpor Buick dan Cadillac sejak 1915, Yanase & Co mengatakan, sentimen negatif menjadi alasan utama bisnis Chevrolet dan Cadillac tidak menguntungkan di Jepang.

Model-model kendaraan yang ditawarkan di Jepang, diremehkan dan citra merek sudah ternoda akibat pernyataan bangkrut perusahaan pada 2009. Plus aksi recall jutaan unit yang terjadi tahun ini. "Alasan utama itu sentimen, nostalgia. Itu saja. Masih ada harapan kecil kalau GM bisa kembali di sini," jelas Takeyoshi Ide, Chief Executive Officer Yanase dilansir Autonews (1/9/2014).

GM termasuk Opel sempat menyentuh penjualan terbaiknya, mencapai 47.000 unit pada 1996. Namun, penjualan terus menukik menjadi 700 unit pada 2009. Tahun lalu, penjualan tercatat cuma 1.200 unit dan tahun ini diharapkan bisa bertahan dalam jumlah sama. Ketika puncak penjualan terjadi, Yanase membawahi 114 jaringan pemasaran GM di Jepang, kini yang tersisa tinggal 13 saja.

Guna menjaga kesehatan perusahaan, Yanase lebih mengandalkan Mercedes-Benz. Karena juga tercatat sebagai pemilik jaringan terbesar merek premium asal Jerman itu, termasuk Audi, dan BMW. 

Ortodoks
Kini, Yanase mengaku berharap banyak terhadap model premium Cadillac di Jepang. Penjualan mobil impor premium terus meningkat akhir-akhir ini. Berharap ada ide-ide segar yang bermunculan, salah satunya dari pimpinan Cadillac baru, Johan de Nysschen yang sebelumnya bekerja di Infiniti. Jangan cuma mengandalkan orang lama yang terlalu berfikir ortodoks, hanya terpusat di Detroit saja.

"Kami menantikan adanya perubahan. Saya rasa orang asli GM dari AS akan sulit melakukan perubahan," jelas Ide.

Penjualan merek Jerman terus berkembang di Jepang, sedangkan produk-produk dari Detroit justru semakin meredup. Salah satu alasan, menurut Ide, "kurang serius!". Misalnya, kendaraan GM dengan setir kanan sangat langka di Jepang. Chevrolet saja cuma menawarkan dua model, Sonic dan Captiva. Sementara Cadillac sama sekali tidak ada produk setir kanan.

"Kami punya beberapa konsumen yang tertarik dengan mobil GM, tetapi batal. Kami lagi menunggu versi setir kanan. Mereka sudah mengumumkan kalau Cadillac akan menjadi produk global. Artinya, akan dijual di semua pasar global, dengan begitu mereka perlu memproduksi versi setir kanan," beber Ide.

Berbeda dengan merek Jerman, mereka selalu menyediakan versi setir kanan. GM sudah punya pabrik kendaraan setir kanan di beberapa negara, seperti Inggris, Afrika Selatan, Australia, dan India. Tetapi, tidak ada satupun yang mampu memenuhi spesifikasi Jepang. GM tidak menjual Cadillac di negara dengan pasar kendaraan setir kanan seperti Jepang, yang masih tercatat sebagai pasar terbesar ketiga di dunia.
Read More

Lamborghini Urus Masih Tunggu Persetujuan

Bologna, KompasOtomotif - Publik yang menantikan kehadiran Lamborghini Urus, harus bersabar menunggu. SUV tersebut masih menunggu persetujuan untuk diproduksi massal.

Berbicara kepada wartawan akhir pekan lalu di Jepang, Direktur Penelitian & Pengembangan Lamborghini Maurizio Reggiani mengatakan, pihaknya sedang menunggu persetujuan dari VW Group sebagai induk perusahaan.

"Urus masih belum bisa dikonfirmasi untuk bisa diproduksi. Kami sedang menunggu persetujuan akhir dari VW Group, dan kami terus beusaha bisa mendapatkan persetujuan itu," jelas Reggiani seperti dilansir Worldcarfans, Selasa (2/9/2014).

Reggiani optimis, Urus akan disetujui dan masuk ke produksi pada akhir 2017 mendatang. Para eksekutif pabrikan mobil sport asal Italia itu juga mengisyaratkan, biaya produksi Urus akan sama seperti perakitan Huracan.

Sedangkan mengenai jantung pacu, sudah disetujui akan menggunakan mesin V8 turbo ganda milik Audi, dengan kapasitas 4.000 cc. Selain itu, juga disiapkan model mesin hibrida yang mampu menghasilkan daya 680 tk.
Read More

Pasar Mobil Jepang Melemah

Tokyo, KompasOtomotif - Pasar mobil di Jepang terus melemah. Agustus lalu, penjualan mobil baru mencapai angka terendah dalam tiga tahun terakhir, menunjukkan imbas dari kenaikan pajak penjualan dari 5 persen menjadi 8 persen di Jepang sehingga konsumen banyak yang menunda pembelian.

Penjualan anjlok 9,1 persen menjadi 333.471 unit jika dibandingkan Agustus tahun sebelumnya. Sebelumnya, dalam tujuh bulan terakhir penjualan terus tumbuh, sebelum berlakunya kenaikan pajak mulai April 2014. 

Total konsumsi rumah tangga di Jepang juga turun 5,9 persen pada Juli 2014, secara umum menunjukkan perlambatan ekonomi Jepang. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dipaksa menaikkan pajak demi menyelamatkan hutang negara.

Turun
Penurunan penjualan terbesar terjadi pada segmen mobil kompak, anjlok 15,1 persen menjadi 126.865 unit, sementara sisanya juga turun 5 persen menjadi 206.606 unit. Melihat pengalaman sebelumnya, pasar otomotif domestik Jepang terus turun dalam 21 bulan beruntun ketika kebijakan serupa ditetapkan pada 1997.

Fumihiko Ike, Komisaris Asosiasi Industri Otomotif Jepang (JAMA) berharap, kenaikan pajak yang terjadi tahun ini bisa lebih kecil dampaknya.

Masalah pada pasar domestik ini diprediksi akan membebani pendapatan prinsipal otomotif asal Jepang. Salah satunya, Toyota yang baru saja mencatatkan keuntungan tahun lalu berkat pelemahan nilai tukar yen, membuat kinerja ekspor melesat. Tahun fiksal ini, pendapatan Toyota diprediksi akan turun 2,4 persen menjadi 17 miliar dollar AS, sesuai yang disampaikan perusahaan, Mei lalu.

Toyota juga memprediksi, Jepang akan menjadi satu-satunya negara utama pasar otomotif global yang menurun tahun ini.
Read More

“Supercar” Lexus LFA Tak Punya Penerus

New York, KompasOtomotif - Lexus mengatakan tidak punya rencana membangun penerus mobil sport performa tinggi 2-pintu, LFA, yang telah berhenti diproduksi Desember 2012 lalu. Model ini merupakan mobil kedua yang punya lambang performa “F” setelah IS F.
Hal ini disimpulkan dari pernyataan Kepala insinyur Lexus, Yukihiko Yaguchi kepada Car Advice, Senin (1/9/2014).  “LFA adalah mobil sport spesial yang pernah kami buat, tapi sekarang kita tidak punya rencana mengerjakan pengganti. Butuh sedikit waktu lebih lama untuk muncul dengan model lain, tapi sangat berarti membuat mobil sport super eksotis,” jelas Yaguchi saat peluncuran RC F di New York, pekan lalu.
RC F merupakan model ketiga berlambang F, model ini yang akan meneruskan garis keturunan. Hanya ada 500 unit LFA dengan mesin V10, 4.8L, bertenaga 560 tk yang pernah diproduksi sejak Desember 2010. Sementar itu IS F akan berhenti diproduksi bulan depan.
Lantas, apa Lexus masih butuh model F? Merek mewah milik Toyota ini mengatakan brand imageF memang dipaksakan menyatu dengan LFA, tap setelah produksinya berakhir Lexus lebih fokus pada model balap di sirkuit untuk meningkatkan citra.
Read More

Mobil Listrik Menuai Protes di Norwegia

Olso, KompasOtomotif - Sebagian besar pemerintah di dunia terus berusaha menggenjot populasi mobil listrik, demi menurunkan polusi udara akibat kendaraan. Tidak jarang insentif berupa keringanan pajak dan keuntungan lain diberikan untuk menarik konsumen. Tapi, di Norwegia populasi mobil listrik justru menimbulkan kontroversi, mulai banyak ditentang masyarakat.

Membeli mobil listrik di Norwegia punya keuntungan besar bagi konsumen. Mulai bebas biaya parkir, jalan tol, dan bisa menikmati fasilitas pengisian ulang baterai di berbagai lokasi di sekeliling kota. Selain itu, konsumen juga tidak perlu terbebani pajak penjualan dan pajak administrasi kendaraan.

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan pemerintahnya, kini tercatat ada 32.000 unit mobil listrik di seluruh Norwegia. Bagi pecinta lingkungan informasi ini tentu sangat positif, tapi ada sisi lain yang membuat mobil ini mulai dimusuhi. 

Ada kebijakan di Norwegia, kalau pengguna mobil listrik diperbolehkan lewat jalur khusus bus (semacam bus way di Jakarta). Biasanya kebijakan ini tidak akan menimbulkan banyak masalah. Tapi, ketika masuk jam sibuk, tumpukan mobil listrik mulai terjadi di jalur khusus bus sehingga mengganggu arus transportasi publik.

Gangguan transportasi publik
Para pengemudi bus sekarang mulai mengeluh dan protes tentang padatnya jalur bus di jam-jam sibuk. Mereka menuntut agar mobil listrik tidak lagi mendapat kelonggaran berlalu di jalur mereka. Akibat padatnya jalur bus, para pengemudi mengaku kerap tidak bisa tepat waktu, merugikan lebih banyak masyarakat pengguna transportasi publik.

Ribuan penumpang bus yang terjebak di kemacetan dampaknya lebih besar ketimbang pengguna mobil listrik yang lebih sedikit isinya. Selain itu, kondisi ini justru akan memicu para penumpang bus untuk membeli mobil listrik sendiri sehingga memperburuk kondisi jalur.

Sampai saat ini, belum ada revisi kebijakan yang diambil pemerintah. Tetapi, sepertinya cepat atau lambat, pengguna mobil listrik harus segera dikeluarkan dari jalur khusus bus.
Read More